(0362) 3361321
busungbiu@bulelengkab.go.id
Kecamatan Busungbiu

Profil Kecamatan Busungbiu


Kecamatan Busungbiu adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali, yang berada di dataran tinggi, berjarak sekitar 30 km barat daya dari kota Singaraja. Wilayah ini berhawa sejuk dan dikenal sebagai sentra perkebunan kopi (khususnya di Desa Sepang) serta cengkeh. Terdiri dari 15 desa dengan bentang alam perbukitan, Busungbiu menjadi destinasi agrowisata yang potensial.
Berikut profil singkat Kecamatan Busungbiu:
  • Geografi dan Topografi: Busungbiu merupakan daerah perbukitan yang sejuk. Memiliki luas total 19.662 hektar, didominasi oleh hutan negara
    , tegalan/kebun
    , dan perkebunan.
  • Administrasi: Terdiri dari 15 desa (Desa Sepang, Sepang Kelod, Pucaksari, Umejero, Kedis, Tista, Telaga, Tinggarsari, Busungbiu, Bongancina, Bengkel, Subuk, Pelapuan, Kekeran, Titab) dengan pusat pemerintahan di Desa Busungbiu.
  • Perekonomian: Sektor utama adalah pertanian dan perkebunan, terutama kopi dan cengkeh. Desa Sepang dan Umejero terkenal dengan perkebunan kopi dan pemandangan sawah terasiring.
  • Potensi: Pengembangan pariwisata berbasis alam dan kopi (agrowisata).
  • Sejarah: Desa Busungbiu dahulunya bernama "Busung Magelung" dan secara resmi berganti nama serta menjadi desa pemerintahan pada tahun 1887.
  • Kecamatan Busungbiu juga sangat potensial dalam pengembangan peternakan. Jenis ternak yang telah berkembang ternak kambing sebanyak 13.918 ekor, babi 6.892 ekor,  Sapi sebanyak 2.331 ekor serta ternak unggas sebanyak 73.137 ekorWilayah Kecamatan Busungbiu tidak mempunyai wilayah pantai/pesisir, sehingga produksi ikannya bersumber dari  perairan umum yang mencapai banyak 3,2 ton dan dari perikanan budidaya  sebanyak 7,2 ton.