Kecamatan Busungbiu adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali, yang berada di dataran tinggi, berjarak sekitar 30 km barat daya dari kota Singaraja. Wilayah ini berhawa sejuk dan dikenal sebagai sentra perkebunan kopi (khususnya di Desa Sepang) serta cengkeh. Terdiri dari 15 desa dengan bentang alam perbukitan, Busungbiu menjadi destinasi agrowisata yang potensial.
Berikut profil singkat Kecamatan Busungbiu:
Geografi dan Topografi: Busungbiu merupakan daerah perbukitan yang sejuk. Memiliki luas total 19.662 hektar, didominasi oleh hutan negara
, tegalan/kebun
, dan perkebunan.
Administrasi: Terdiri dari 15 desa (Desa Sepang, Sepang Kelod, Pucaksari, Umejero, Kedis, Tista, Telaga, Tinggarsari, Busungbiu, Bongancina, Bengkel, Subuk, Pelapuan, Kekeran, Titab) dengan pusat pemerintahan di Desa Busungbiu.
Perekonomian: Sektor utama adalah pertanian dan perkebunan, terutama kopi dan cengkeh. Desa Sepang dan Umejero terkenal dengan perkebunan kopi dan pemandangan sawah terasiring.
Potensi: Pengembangan pariwisata berbasis alam dan kopi (agrowisata).
Sejarah: Desa Busungbiu dahulunya bernama "Busung Magelung" dan secara resmi berganti nama serta menjadi desa pemerintahan pada tahun 1887.
Komoditas pertanian yang berkembang di Kecamatan Busungbiu mencakup komoditas tanaman pertanian pangan didominasi oleh padi sawah yang produksinya mencapai 15.024 ton, ubi kayu sebanyak 23 ton dan kacang hijau sebanyak 8 ton. Sedangkan tanaman hortikultura khususnya buah-buahan didominasi oleh tanaman pisang dengan produksi 3.963,06 ton, durian dengan produksi 762,13 ton; Rambutan 535,11ton, seerta tanaman mangga dengan produksi 199,09 ton. Komoditas tanaman perkebunannya didominasi oleh tanaman Kopidengan produksi 39.291,37 ton, cengkeh 3.159,92 ton, kelapa dalam dengan produksi 1.103,20 ton ; dan kakau407,61ton. Kecamatan Busungbiu juga sangat potensial dalam pengembangan peternakan. Jenis ternak yang telah berkembang ternak kambing sebanyak 13.918 ekor, babi 6.892 ekor, Sapi sebanyak 2.331 ekor serta ternak unggas sebanyak 73.137 ekor. Wilayah Kecamatan Busungbiu tidak mempunyai wilayah pantai/pesisir, sehingga produksi ikannya bersumber dariperairan umum yang mencapai banyak 3,2 ton dan dari perikanan budidayasebanyak 7,2 ton.