Selasa, 28 April 2026, Kasubag Umum dan Keuangan Kecamatan Busungbiu, I Komang Windasari, SE., bersama staf Komang Yeti Riyan, SE., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang bertempat di Lovina Haven Boutique Resort, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.
Upaya peningkatan status gizi serta kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan. Hal ini tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting serta angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi dan komitmen seluruh leading sector, sekaligus memperkuat sinergi jejaring layanan gizi dan KIA. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan di lapangan, merumuskan solusi implementatif, serta menyusun langkah-langkah strategis yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini disampaikan lima materi utama, yaitu:
Materi I disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra, mengenai peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam layanan gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi. Disampaikan bahwa PKK bukan sekadar organisasi wanita, melainkan mitra strategis pemerintah yang memiliki akses langsung hingga ke tingkat keluarga melalui dasawisma, sehingga keberadaan data yang akurat menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program.
Materi II disampaikan oleh Bappeda Kabupaten Buleleng terkait dukungan pemerintah daerah dalam layanan gizi, KIA, dan kespro. Dukungan tersebut meliputi penetapan regulasi daerah (perda/perkada), integrasi program ke dalam RPJMD dan Renstra OPD, penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, serta alokasi APBD untuk mendukung program. Selain itu, dukungan anggaran juga diarahkan pada penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik yang mencakup supervisi fasilitatif, penguatan program KIA seperti kelas ibu hamil dan pendampingan risiko tinggi, pelayanan KB, serta penguatan jejaring layanan puskesmas dengan fasilitas kesehatan lainnya.
Materi III disampaikan oleh Kepala Bagian PMU BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, I Putu Eruka A. Putra, mengenai peran BPJS Kesehatan dalam layanan kesehatan reproduksi, KIA, dan gizi. Dalam program Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan dasar, termasuk pemeriksaan kehamilan (antenatal care), pemberian obat, serta suplemen sesuai standar pelayanan.
Materi IV disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali melalui dr. Agus Putu Agung, M.A.P., tentang kebijakan implementasi jejaring layanan gizi, KIA, dan kespro dalam program gizi utama yang terintegrasi dalam pelayanan KIA/ANC terpadu. Program tersebut meliputi skrining dan pemantauan status gizi ibu hamil, pencegahan dan penanganan anemia melalui pemberian tablet tambah darah (TTD), tata laksana ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) melalui pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemanfaatan buku KIA secara optimal.
Materi V disampaikan oleh Kepala Puskesmas Tejakula I, dr. Kadek Awi Darma Putra, mengenai layanan terintegrasi gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi lintas program dan lintas sektor, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarprogram serta koordinasi antarinstansi guna meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kualitas layanan gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi, sehingga mampu menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.