Selasa, 19 Mei 2026, Camat Busungbiu, Putu Gede Yudana, S.H., menghadiri kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di Desa Kedis. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Kedis, Ketua dan Anggota BPD Desa Kedis, Kelian Desa Adat Kedis, Pendamping Desa, Ketua SPPG beserta anggota, kader kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Rapat diawali dengan sambutan Ketua BPD Desa Kedis sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rembuk Stunting. Selanjutnya, Camat Busungbiu dalam sambutannya menyampaikan bahwa program kesehatan dan penanganan stunting telah dilaksanakan sejak tahun 2018. Beliau menekankan agar kader kesehatan, bidan desa, serta pendamping desa diharapkan aktif memberikan sosialisasi pada setiap kegiatan Posyandu mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Berdasarkan laporan dari Kader Pembangunan Manusia (KPM), tercatat jumlah ibu hamil risiko tinggi (resti) sebanyak 6 orang dan ibu nifas sebanyak 3 orang, dengan tingkat capaian konvergensi sebesar 93%.
Sementara itu, dari SPPG yang diwakili oleh Koordinator SPPG, Gede Aman Rudi Sulantara, menyampaikan sosialisasi sekaligus memperkenalkan Program MBG di Kecamatan Busungbiu. Disampaikan bahwa Dapur 1 Program MBG telah berjalan selama 9 bulan. Seluruh kader Posyandu diharapkan dapat mendata anak-anak mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA untuk memantau perkembangan mereka setelah menerima Program MBG.
Apabila ditemukan anak yang mengarah pada kondisi stunting, diharapkan segera dilaporkan kepada SPPG agar dapat memperoleh penanganan prioritas melalui Program MBG. Dari hasil pemantauan, setelah menerima Program MBG, para siswa mengalami peningkatan berat badan yang cukup baik.