(0362) 3361321
busungbiu@bulelengkab.go.id
Kecamatan Busungbiu

Kasi Trantib dan Pol PP Kecamatan Busungbiu mengikuti Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Admin busungbiu | 12 Mei 2026 | 53 kali

Selasa, 12 Mei 2026, Kasi Trantib dan Pol PP Kecamatan Busungbiu, I Ketut Budiarsa, S.Sos., mengikuti Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Kegiatan rapat dihadiri oleh beberapa OPD terkait, seluruh direktur rumah sakit, kepala puskesmas, para camat se-Kabupaten Buleleng, perwakilan lurah sebanyak 3 orang, 4 orang perbekel, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Nyoman Budiastawan. Dalam arahannya disampaikan bahwa rapat ini sangat penting dilaksanakan agar seluruh pihak memahami pentingnya mengenali penyakit menular beserta langkah-langkah pencegahannya.

Narasumber pertama, dr. Arya Nugraha, menyampaikan materi bertema “Kenali NS1, Tuntaskan PSN, Langkah Jitu Bebas DBD.” Dalam paparannya disampaikan bahwa langkah paling efektif dalam pencegahan demam berdarah adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di samping pemberian vaksin. Namun karena vaksin masih bersifat berbayar, diharapkan adanya perhatian dan dukungan pemerintah terhadap hal tersebut. Pada intinya, pencegahan penyakit menular memerlukan kerja sama antarinstansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat.

Selanjutnya, narasumber dr. Suciawan memaparkan materi bertema “Aspek Klinis, Pencegahan, Tata Laksana, Deteksi Dini, dan Penemuan Kasus Campak-Rubela.” Disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kasus campak tertinggi kedua, sehingga pemerintah diharapkan terus menggencarkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya penyakit campak. Selain itu, juga diharapkan adanya perhatian terhadap ketersediaan vaksin campak secara gratis. Berdasarkan data yang disampaikan, dari 1.000 anak yang terinfeksi campak, sekitar 1 hingga 2 anak berpotensi meninggal dunia.

Narasumber berikutnya, dr. Radiatul Udawiyah, Sp.KJ., menyampaikan materi bertema “Peran Caregiver dalam Pendampingan ODGJ.” Dalam paparannya dijelaskan bahwa kasus ODGJ mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi tersebut dapat ditangani melalui pengobatan dan pendampingan pasien, termasuk dukungan dari keluarga. Pendampingan keluarga dinilai sangat penting untuk mengurangi stres, meningkatkan kemandirian pasien, serta mencegah terjadinya kekambuhan.