(0362) 3361321
busungbiu@bulelengkab.go.id
Kecamatan Busungbiu

KASI SOSIAL DAN BUDAYA KECAMATAN BUSUNGBIU HADIRI DISKUSI PANEL SEJARAH DESA BENGKEL

Admin busungbiu | 03 November 2026 | 40 kali

Selasa, 3 November 2026, Kasi Sosial dan Budaya Kecamatan Busungbiu, Putu Aryasa, menghadiri kegiatan Diskusi Panel Sejarah Desa Bengkel yang bertempat di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng beserta jajaran, Dr. Gede Mahardika, Prof. Nengah Bawa, Perangkat Desa Bengkel, Tim Pengelola Sejarah Desa Bengkel, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bendesa Adat, serta para prajuru Desa Adat Bengkel.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Bendesa Adat Bengkel. Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Made Yudiasa, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan bahwa sumber-sumber sejarah, seperti prasasti, lontar, dan babad, merupakan bukti penting dan kuat dalam mengungkap sejarah suatu desa. Sumber-sumber tersebut menjadi dasar dalam menelusuri asal-usul, perkembangan, serta perjalanan sejarah Desa Bengkel, termasuk asal-usul dan kedatangan warga dari luar wilayah Desa Bengkel.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula kepada masyarakat yang mengetahui silsilah keluarga atau garis keturunan leluhurnya agar dapat menyampaikan dan menyerahkan data pendukung kepada tim pengkaji. Data tersebut nantinya akan dihimpun dan dikaji sebagai bahan penyusunan buku sejarah Desa Bengkel, sehingga informasi mengenai asal-usul dan perjalanan sejarah desa dapat terdokumentasi dengan baik dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Selanjutnya, narasumber Dr. Gede Mahardika menyampaikan bahwa sejarah merupakan upaya untuk mengulang kembali dan memahami peristiwa-peristiwa masa lalu. Sejarah juga memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan karena perjalanan suatu masyarakat tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai budaya, tradisi, dan warisan leluhur yang berkembang dari generasi ke generasi.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Prof. Nengah Bawa. Beliau menjelaskan bahwa istilah sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun, yang berarti pohon. Dalam pemaknaannya, sejarah dapat dipahami sebagai kejadian atau peristiwa pada masa lalu, cerita mengenai masa lalu, maupun ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, beliau memberikan masukan kepada Tim Pengelola Sejarah Desa Bengkel agar proses pengumpulan, penelusuran, dan verifikasi data sejarah dilakukan secara menyeluruh terlebih dahulu. Sebelum seluruh data dan sumber sejarah dinyatakan lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan, disarankan agar buku sejarah Desa Bengkel belum diterbitkan atau dicetak.

Melalui kegiatan panel sejarah ini, diharapkan seluruh pihak, khususnya masyarakat Desa Bengkel, dapat berperan aktif dalam menggali, mengumpulkan, dan melestarikan berbagai sumber sejarah serta warisan leluhur. Dengan demikian, penyusunan buku sejarah Desa Bengkel nantinya memiliki dasar informasi yang kuat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dokumentasi sejarah sekaligus warisan pengetahuan bagi generasi penerus.

Melestarikan sejarah berarti menjaga jati diri, menghargai warisan leluhur, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.