Camat Busungbiu Hadir Dalam Pencairan BLT yang Bersumber Dari DD di Selama Pandemi Covid19 di Desa Busungbiu Sesuai Dengan Protokol Kesehatan

  • Admin Busungbiu
  • 22 Mei 2020
  • Dibaca: 117 Pengunjung

Jumat (22/5). I Gede Putra Aryana,S.Sos.,MAP selaku Camat Busungbiu, menghadiri penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT)bersumber dari Dana Desa di Desa Busungbiu bertempat di Kantor Perbekel Desa Busungbiu.

Setelah nantinya warga Masyarakat penerima BLT - DD yang sudah menerima uang diharap kan agar dipergunakan dengan baik untuk membeli kebutuhan pokok makanan selama pandemi covid 19 ini. " ujar Camat Aryana"

Seusai memberikan arahan Kepada penerima BLT-DD, Camat Aryana didampingi Perbekel dan Aparat Desa setempat memantau jalan/proses pembagian BLT - DD tersebut.

Pada kesempatan dimaksud Camat Aryana berharap, penyaluran bantuan BLT bersumber dari Dana Desa betul-betul tepat sasaran. Karena Ini merupakan komitmen Pemerintah Pusat untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui Dana Desa di peruntukkan bagi warga yang tidak tersentuh bantuan yang tidak masuk pada Data DTKS, serta memang betul-betul membutuhkan akibat wabah pandemi Covid-19. disela penyerahan BLT ini.

Penerima BLT (bantuan langsung tunai) bersumber dari DD (Dana Desa) terhadap warga Masyarakat Desa Busungbiu, dilaksanakan bedasarkan kesepakatan dari Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS).

Musdesus ini diselenggarakan oleh BPD Desa Petandakan bersama Perbekel dan tokoh masyarakat, untuk memverifikasi/validasi data warga calon penerima BLT dari Dana Desa sesuai kreteria dan tepat sasaran bagi warga yang tidak masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)dari Kementerian Sosial RI.

Dari hasil Musdesus yang diselenggarakan, sebanyak 139 KK Calon Penerima BLT dari Dana Desa yang disalurkan langsung kepada warga masyarakat pada hari ini. Setiap KK menerima bantuan sebesar Rp. 600.000,- setiap bulannya dalam jangka waktu 3 bulan (April, Mei,Juni ) Tahun2020.

Pembagian BLT-DD berlangsung lancar, dengan tetap memperhatikan serta berpedoman pada protokol kesehatan untuk tidak menimbulkan tingkat kerumunan warga penerima BLT-DD.

Share Post :